KALBARHUB.COM – Tim rukyatul hilal Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Barat menyatakan hilal tidak terlihat saat pemantauan di Pantai Indah Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (17/2/2026).
Pemantauan dilakukan menjelang penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah. Kondisi cuaca terpantau mendung sehingga hilal tidak dapat diamati secara visual.
Ketua Tim Kemasjidan, Hisab Rukyat dan Bina Syariah Kanwil Kemenag Kalbar, Jemaat, menjelaskan berdasarkan perhitungan astronomis, posisi hilal masih berada di bawah ufuk.
“Tinggi hilal masih minus 1 derajat 4 menit 31,68 detik. Elongasinya juga minus 1 derajat 16 menit 41,59 detik,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan kriteria MABIMS, tinggi hilal minimal harus 3 derajat di atas ufuk dengan elongasi 6,4 derajat. Sementara hasil perhitungan di Pontianak masih berada pada minus 1 derajat.
Dengan demikian, secara hisab maupun rukyat, hilal dinyatakan belum memenuhi kriteria.
Laporan hasil pemantauan tersebut telah disampaikan ke pusat di Jakarta. Untuk kepastian awal Ramadan, pihaknya menunggu hasil sidang isbat dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Kalbar, Muhajirin Yanis, menyatakan tim telah memastikan hilal tidak berhasil terlihat karena posisinya masih berada di bawah ufuk.
“Kami menunggu pengumuman resmi dari Menteri Agama Republik Indonesia terkait penetapan awal Ramadan,” katanya.
Muhajirin juga menyampaikan ucapan selamat menjalankan ibadah puasa kepada seluruh umat Islam di Kalimantan Barat.
Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga toleransi serta saling menghormati selama Ramadan. Umat Muslim juga diajak menghidupkan malam Ramadan dengan salat tarawih, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir, dan meningkatkan kepedulian sosial.










