KALBARHUB.COM – Desa Lambau di pesisir utara Kecamatan Jawai, Kabupaten Sambas, mulai mengembangkan budidaya ikan bandeng sebagai potensi ekonomi baru. Warga melihat peluang besar di tengah kondisi geografis air payau yang cocok untuk perikanan, Senin (9/2/2026).

Kepala Desa Lambau, Muhamad Yani Melik, mengatakan masyarakat sudah setahun mencoba membudidayakan bandeng dan nila. Selain itu, warga juga menanam melon yang tumbuh cukup baik di lahan pesisir.

“Kendala utama kami adalah banjir rob setiap bulan Desember. Air pasang merendam kolam dan lahan pertanian,” ujar Yani.

Ia menjelaskan, banjir rob tahun lalu merusak tanaman melon yang hampir panen. Air laut juga membuat ikan di kolam lepas sebelum masa panen tiba. Meski begitu, warga tetap optimistis dan menyiapkan pola panen lebih awal sebelum musim pasang datang.

Menurut Yani, rasa melon yang ditanam di tanah berair payau cukup manis. Sementara itu, bandeng dinilai paling potensial karena sesuai dengan karakter perairan setempat.

Program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Magister Fisipol Untan turut mendukung pengembangan desa. Mahasiswa menyalurkan 6.000 bibit bandeng dan nila. Mereka juga membantu penanaman ratusan tanaman toga bersama PKK serta membuat 15 plang penanda RT.

Dosen pembimbing PPM, Fatmawati, mengatakan program dirancang berdasarkan kebutuhan desa. Mahasiswa lebih dulu berdiskusi dengan pemerintah desa sebelum menentukan kegiatan.

Mahasiswa PPM, Wira, menilai Lambau berpeluang menjadi sentra bandeng di Sambas. Ia mendorong pengembangan produk olahan seperti bandeng presto untuk meningkatkan nilai tambah.

“Kalau berhasil, bandeng Lambau bisa menjadi oleh-oleh khas daerah dan menambah pemasukan desa,” ujarnya.

Warga berharap kolaborasi lintas sektor terus berlanjut agar potensi bandeng dan pertanian pesisir dapat berkembang meski menghadapi tantangan alam.

Penulis: Tim Liputan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.