KALBARHUB.COM – Sebanyak 650 rider motor trail dari berbagai daerah di Kalimantan Barat hingga luar provinsi meramaikan Event Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k Tahun 2026 di Desa Engkalet, Kecamatan Parindu, Kabupaten Sanggau, Sabtu (24/1/2026).
Kegiatan wisata olahraga ekstrem ini dibuka secara resmi dengan pengibaran bendera Merah Putih sebagai tanda dimulainya jelajah alam. Setibanya di lokasi, tamu kehormatan disambut secara adat oleh tokoh adat dan masyarakat setempat.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dan menilai kegiatan tersebut menjadi momentum strategis dalam mempromosikan pariwisata berbasis alam.
“Event ini diikuti bukan hanya oleh rider dari Kalbar, tetapi juga dari luar daerah. Ini menjadi momen yang sangat baik bagi pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota untuk bersama-sama memelihara alam sekaligus mempromosikannya sebagai potensi wisata,” ujarnya.
Ia menyebut Kalbar memiliki banyak jalur ekstrem yang berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata petualangan.
“Saya yakin Kalbar punya jalur-jalur ekstrem, bahkan lebih ekstrem dari yang kita lewati hari ini. Ke depan, kita bisa menggelar kegiatan serupa di lokasi lain,” katanya.
Selain promosi wisata, ia menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengelola kekayaan alam secara berkelanjutan.
“Kalau alam kita pelihara, keindahannya tidak akan habis. Pariwisata alam itu jangka panjang. Ini soal mindset, alam jangan hanya ditebang dan digali, tetapi dimanfaatkan keindahannya,” tegasnya.
Ia juga meminta agar jalur trail serta kawasan Desa Engkalet dipromosikan secara berkelanjutan melalui dinas terkait, sekaligus mengingatkan pentingnya disiplin dan keselamatan peserta.
“Disiplin itu penting. Jika ada peserta yang tidak tertib, panitia harus tegas,” tambahnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Sanggau, jajaran Pemkab Sanggau, pimpinan lembaga keuangan Kalbar, kepala OPD provinsi, Forkopimda Sanggau, serta komunitas trail dari berbagai daerah. Usai pembukaan, sejumlah pejabat ikut menjajal jalur menggunakan motor trail.
Wakil Bupati Sanggau menyebut kegiatan trail bukan sekadar menaklukkan medan, tetapi juga mempererat silaturahmi dan membangun solidaritas antar komunitas.
“Kegiatan ini menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Sanggau. Kami berharap bisa terus berlanjut sebagai agenda wisata unggulan,” ujarnya.
Event Jelajah Alam Macan’t Dohik Buko’k 2026 menjadi kolaborasi pemerintah dan komunitas dalam mendorong pariwisata berkelanjutan berbasis olahraga dan alam.










