KALBARHUB.COM – Kota Pontianak kini semakin semarak. Sekitar 3.000 lampion dan hampir 2.000 hiasan ketupat menghiasi Jalan Diponegoro, Gajah Mada, dan Agus Salim. Pemasangan ini dilakukan menyambut Cap Go Meh yang berbarengan dengan Bulan Suci Ramadan.
“Karena Cap Go Meh dan Ramadan jatuh bersamaan tahun ini, kami memasang lampion dan ketupat secara bersamaan. Ini juga menjadi simbol keharmonisan dan toleransi di Pontianak,” ujar Hendry Pangestu Lim, Ketua panitia Cap Go Meh Kota Pontianak baru-baru ini.
Lampion dan ketupat ini mencerminkan keberagaman kota, yang terdiri dari 22 etnis tergabung dalam Perkumpulan Merah Putih (PMP). Warna-warni hiasan tidak hanya mempercantik kota, tetapi juga menunjukkan keindahan keragaman yang ada.
Persiapan perayaan telah dilakukan panitia selama empat bulan. Saat ini, persiapan sudah mencapai 80 persen. Panitia optimistis sisa 20 persen dapat rampung tepat waktu agar wisatawan merasa senang berkunjung.
“Harapannya, semarak lampion dan ketupat ini bisa membuat Pontianak lebih hidup dan tetap menjadi kota yang aman, nyaman, serta toleran,” tambah Hendry.









