KALBARHUB.COM – Obesitas menjadi perhatian serius dalam dunia kesehatan karena berperan besar sebagai pemicu berbagai penyakit kronis, terutama diabetes dan gangguan metabolik lainnya.Kondisi ini turut menjadi fokus dalam kegiatan simposium yang dirangkaikan dengan pelantikan Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI) Cabang Kalimantan Barat periode 2026–2027.
Ketua PERKENI Kalbar, dr Amanda Trixie Hardigaloeh, Sp PD, K-EMD, FINASIM, menegaskan bahwa obesitas kini tidak lagi sekadar masalah penampilan, tetapi telah ditetapkan sebagai penyakit karena dampaknya yang luas terhadap kesehatan.
“Obesitas merupakan faktor risiko utama berbagai penyakit endokrin, terutama diabetes, dan juga dapat memicu hipertensi, kolesterol tinggi, hingga gangguan reproduksi,” ujarnya.
Secara nasional, prevalensi obesitas mencapai sekitar 30 persen dan terus meningkat. Sementara itu, angka diabetes berada di kisaran 11 persen. Kondisi ini menunjukkan adanya hubungan erat antara obesitas dan penyakit metabolik.
PERKENI sebagai organisasi profesi yang berada di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terkait penyakit endokrin, termasuk obesitas.
Organisasi ini menghimpun berbagai disiplin ilmu, mulai dari penyakit dalam, anak, kebidanan, gizi klinik, hingga kedokteran olahraga. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan obesitas dan penyakit endokrin membutuhkan pendekatan multidisiplin.
Menurut dr Amanda, obesitas pada dasarnya terjadi akibat ketidakseimbangan antara asupan energi dan pengeluaran energi. Karena itu, pengaturan pola makan dan peningkatan aktivitas fisik menjadi kunci utama pencegahan.
“Pengendalian asupan makanan, terutama karbohidrat, harus diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup. Gaya hidup sedentari atau kurang gerak harus dihindari,” jelasnya.
Ia menambahkan, aktivitas fisik tidak hanya sebatas bergerak dalam keseharian, tetapi juga perlu ditingkatkan menjadi latihan fisik yang terencana, khususnya bagi penderita obesitas dan diabetes.
Melalui keberadaan PERKENI Kalbar, diharapkan edukasi mengenai penyakit endokrin semakin luas, sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di daerah.
Dengan pola hidup sehat dan kesadaran masyarakat yang meningkat, risiko obesitas dan penyakit turunannya diharapkan dapat ditekan.









