KALBARHUB.COM – Inflasi tahunan (year on year) Kota Pontianak pada Januari 2026 tercatat 2,74 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di angka 3,55 persen. Secara bulanan (month on month), inflasi hanya 0,07 persen.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan capaian tersebut menunjukkan pengendalian inflasi di Kota Pontianak berjalan cukup baik dan tetap berada dalam rentang sasaran 0,5 hingga 2,5 persen.

“Inflasi Kota Pontianak menjadi yang terendah di Kalimantan Barat, bahkan lebih rendah dari rata-rata nasional,” ujarnya usai High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan tekanan inflasi nasional dipengaruhi pencabutan subsidi tarif listrik dan kenaikan harga komoditas nonpangan seperti emas. Sementara itu, harga kebutuhan pokok di Pontianak masih relatif stabil.

Menurutnya, kenaikan harga ayam ras yang terjadi belakangan lebih dipicu faktor psikologis masyarakat menjelang Ramadan dan Imlek. Namun secara umum, stok dan distribusi pangan dipastikan aman.

TPID Kota Pontianak bersama Bank Indonesia, BPS, Pertamina, dan Bulog terus melakukan pemantauan lapangan untuk menjaga ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok.

Pemkot juga mewaspadai potensi kenaikan harga pada Februari, terutama sektor transportasi udara seiring meningkatnya mobilitas menjelang musim mudik serta perayaan Imlek dan Cap Go Meh.

“Komponen sensitif seperti tiket pesawat tetap kita pantau. Namun secara keseluruhan, inflasi Kota Pontianak masih sangat terkendali,” pungkasnya.

Penulis: Tim Liputan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.