KALBARHUB.COM – Gigi berlubang atau karies gigi tidak hanya menimbulkan nyeri dan gangguan saat makan, tetapi juga berpotensi meningkatkan risiko penyakit jantung jika tidak ditangani dengan baik.
Dokter gigi RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie (SSMA) Kota Pontianak, drg Dimas Bayu, mengungkapkan bahwa infeksi akibat karies gigi dapat berdampak sistemik terhadap kesehatan tubuh.
“Di balik masalah gigi berlubang, terdapat kaitan dengan risiko penyakit jantung,” ujarnya saat memberikan edukasi kepada pasien dan pengunjung RSUD SSMA, Senin (9/2/2026).
Secara medis, karies terjadi akibat bakteri di rongga mulut yang menghasilkan asam dan merusak struktur gigi. Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyebar hingga ke jaringan gusi dan memicu peradangan kronis.
Menurutnya, sejumlah penelitian menunjukkan bakteri dari infeksi gigi dan gusi bisa masuk ke aliran darah. Kondisi tersebut berpotensi memicu peradangan pada pembuluh darah.
Peradangan inilah yang diduga berperan dalam proses aterosklerosis, yaitu penyempitan dan pengerasan pembuluh darah yang menjadi salah satu faktor utama penyakit jantung.
“Infeksi kronis akibat karies juga dapat meningkatkan kadar zat pemicu peradangan dalam darah,” jelasnya.
Risiko tersebut akan semakin besar pada individu dengan faktor komorbid seperti diabetes, hipertensi, maupun kadar kolesterol tinggi.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa karies gigi bukan penyebab langsung penyakit jantung. Namun dampaknya cukup signifikan sehingga kesehatan mulut tidak boleh diabaikan.
Karena itu, menjaga kebersihan gigi dan mulut menjadi langkah pencegahan sederhana yang berdampak besar bagi kesehatan tubuh secara menyeluruh.
“Dengan menyikat gigi dua kali sehari, mengurangi konsumsi gula, serta rutin memeriksakan gigi, kita tidak hanya mencegah karies tetapi juga membantu menurunkan risiko penyakit sistemik, termasuk penyakit jantung,” pungkasnya.










