KALBARHUB.COM – Pemerintah Kota Pontianak memusatkan pesta kembang api Imlek 2577 di Jalan Gajah Mada. Kebijakan ini menjaga ketertiban kota sekaligus menghormati tradisi masyarakat Tionghoa.
Selama ini, warga menjadikan Gajah Mada sebagai pusat perayaan Imlek. Karena itu, pemerintah memilih kawasan tersebut agar pengamanan lebih mudah dan aktivitas kota tetap terkendali.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menegaskan pembatasan lokasi ini penting demi kenyamanan bersama.
“Pemkot mengizinkan pesta kembang api, tetapi hanya di Jalan Gajah Mada. Karena itu, masyarakat tetap perlu menjaga ketertiban, keamanan, dan kenyamanan,” ujarnya.
Selain itu, ia meminta warga yang ingin menyalakan atau menyaksikan kembang api agar datang ke lokasi yang sudah ditentukan. Dengan begitu, petugas bisa mengatur arus lalu lintas dan pengamanan secara maksimal.
“Kegiatan berlangsung sekitar satu sampai dua jam pada malam Imlek. Setelah itu, situasi kembali normal,” jelasnya.
Selanjutnya, Pemkot langsung bersiap menyambut Ramadan. Pemerintah kota menunggu penetapan resmi awal Ramadan dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Pemkot juga mengendalikan harga bahan pokok. Pemerintah menggelar rapat koordinasi bersama Pemprov Kalbar untuk memastikan stok aman dan harga tetap stabil.
“Koordinasi kami lakukan agar ketersediaan bahan pokok terjaga, baik menjelang Imlek maupun Ramadan,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemkot ingin menjaga suasana kota tetap kondusif. Selain itu, pemerintah berharap perayaan berlangsung khidmat, tertib, dan tetap mendorong stabilitas ekonomi Pontianak.










