KALBARHUB.COM – Aparat kepolisian memperkuat langkah pembinaan di lingkungan sekolah untuk mencegah peristiwa yang melibatkan remaja terulang. Upaya ini menekankan peran bersama antara orang tua, sekolah, dan pemerintah dalam mengawasi aktivitas anak.
Kapolda Kalimantan Barat Irjen Pol Pipit Rismanto menegaskan, pengawasan terhadap anak tidak bisa hanya dibebankan pada satu pihak. Orang tua dan sekolah perlu aktif memantau keseharian remaja, termasuk aktivitas digital seperti bermain gim.
“Kami juga mengimbau agar pihak sekolah, dalam situasi apa pun, serta para orang tua lebih memperhatikan anak-anak, termasuk aktivitas mereka seperti bermain gim,” ujarnya, Selasa (3/2/2026).
Ia menyebut pencegahan harus berjalan menyeluruh. Polisi akan turun langsung ke sekolah untuk memberi arahan kepada pelajar. Langkah ini juga melibatkan sejumlah pihak terkait.
“Kami bersama pihak terkait, termasuk Binda, akan melakukan langkah-langkah pembinaan di sekolah-sekolah. Dari kepolisian, kami juga akan turun langsung ke sekolah untuk memberikan arahan kepada para remaja,” kata Pipit.
Menurutnya, berbagai faktor bisa memicu persoalan pada anak, mulai dari kondisi keluarga, lingkungan sekolah, hingga pergaulan. Karena itu, aparat perlu menelusuri aktivitas yang memengaruhi perilaku remaja agar pencegahan tepat sasaran.
“Upaya ini kami lakukan untuk meminimalkan potensi permasalahan, baik yang bersumber dari keluarga, lingkungan sekolah, maupun lingkungan pergaulan. Kami perlu menelusuri aktivitas apa saja yang berpengaruh, sehingga pencegahan bisa dilakukan secara menyeluruh,” tutupnya.









