KALBARHUB.COM – Kabupaten Ciamis mencuri perhatian nasional dengan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang efektif. Strategi ini memadukan pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan organik, dan bank sampah terintegrasi, sehingga menjadi model bagi kabupaten/kota lain di Indonesia, Senin (2/2/2026).

Pemerintah pusat meninjau langsung implementasi ini. Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq melakukan inspeksi untuk memastikan praktik di lapangan sesuai standar nasional.

Di Desa Bojongmengger, Menteri Hanif mengingatkan pentingnya pemilahan sampah sejak rumah tangga. Data menunjukkan sisa makanan mendominasi sampah hingga 38 persen, dengan rumah tangga sebagai penyumbang terbesar. Intervensi ini diyakini mampu menekan beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) secara signifikan.

Menteri Hanif meninjau Bank Sampah Induk (BSI) Ciamis yang mengelola lebih dari 100 jenis sampah anorganik. Jaringan BSI mencakup 324 unit bank sampah dan 620 nasabah perorangan. Fasilitas ini juga berperan sebagai pusat edukasi dan mitra industri daur ulang lintas wilayah.

Di Pasar Ciamis, pengelolaan sampah organik dilakukan melalui metode maggot dan pengomposan. Kolaborasi pedagang dan pemerintah daerah berhasil mengurangi volume sampah harian. Sinergi ini menjadi salah satu indikator utama keberhasilan Ciamis meraih Adipura 2026.

“Ciamis memperoleh nilai tertinggi dalam penilaian tata kelola sampah nasional. Penilaian mencakup bank sampah, TPS 3R, dan partisipasi masyarakat,” tegas Menteri Hanif.

Menteri Hanif menekankan pentingnya menjaga konsistensi pengelolaan sampah dan meningkatkan teknologi pengolahan residu bernilai rendah. Keberhasilan Ciamis diharapkan menjadi motivasi bagi daerah lain untuk mengadopsi sistem serupa, sekaligus menanggulangi darurat sampah nasional.

Penulis: Bima Santoso

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.