KALBARHUB – Aktivitas penerbangan di Kalimantan Barat kembali terdampak kabut asap. Kondisi tersebut memaksa pesawat Wings Air yang melayani rute Ketapang-Pontianak untuk mengalihkan pendaratan ke Bandara Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Sabtu (31/1/2026) pagi.
Keputusan pengalihan diambil menyusul terbatasnya jarak pandang di wilayah Bandara Supadio Pontianak yang dinilai tidak aman untuk proses pendaratan.
Kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut membuat pesawat tidak dapat mendarat sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan, pilot memilih menjadikan Bandara Pangkal Pinang sebagai bandara tujuan alternatif.
Tidak hanya pengalihan rute, sejumlah penerbangan Wings Air lainnya pada lintasan Ketapang-Pontianak dan Pontianak-Ketapang juga dilaporkan mengalami penundaan.
Situasi ini sempat memengaruhi aktivitas operasional di Bandara Rahadi Oesman Ketapang, di mana beberapa penumpang harus menunggu kejelasan waktu keberangkatan.
Salah satu penumpang, Theo Bernadhi, membenarkan adanya pengalihan penerbangan tersebut. Ia mengatakan keputusan tersebut diambil ketika pesawat hampir memasuki wilayah udara Pontianak.
“Awak kabin menyampaikan bahwa kondisi cuaca dan angin di Bandara Supadio tidak memungkinkan untuk pendaratan. Namun yang terlihat jelas dari dalam pesawat adalah kabut asap yang cukup pekat, sehingga pilot memutuskan untuk mendarat di Pangkal Pinang,” ujarnya.
Theo mengungkapkan, meski sempat terkejut, para penumpang dapat memahami langkah tersebut karena berkaitan dengan keselamatan. Ia juga menuturkan kabut asap sudah terasa sejak pesawat lepas landas dari Ketapang.
“Kami tentu berharap bisa langsung tiba di Pontianak, tetapi keselamatan menjadi pertimbangan utama. Maskapai juga terus memberikan informasi secara bertahap kepada penumpang,” katanya.
Ia menambahkan, hingga tiba di Bandara Pangkal Pinang, para penumpang masih menantikan kepastian jadwal penerbangan lanjutan menuju Pontianak.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, kondisi kabut asap di sejumlah daerah di Kalimantan Barat dilaporkan masih belum stabil.
Gangguan penerbangan akibat kabut asap diketahui kerap terjadi, terutama pada musim kemarau ketika jarak pandang menurun dan berdampak pada keselamatan operasional penerbangan.










