KALBARHUB.COM – Kapasitas layanan kesehatan rujukan di Kalimantan Barat bertambah dengan beroperasinya Gedung Kelas Rawat Inap Standar (KRIS) dan Unit Layanan Stroke di RSUD dr. Soedarso Pontianak, Rabu (28/1/2026) kemarin.
Penambahan fasilitas ini ditujukan untuk mengurangi antrean rawat inap serta memperkuat penanganan penyakit tidak menular berisiko tinggi, khususnya stroke.
Gubernur Kalbar Ria Norsan menyebut kebutuhan ruang perawatan di RSUD dr. Soedarso selama ini kerap meningkat hingga kapasitas kamar penuh.
“RSUD Soedarso sering menghadapi lonjakan pasien rawat inap,” kata Ria Norsan.
Gedung KRIS yang baru menambah kapasitas 123 tempat tidur. Sementara Unit Layanan Stroke dibangun untuk mempercepat penanganan pasien dengan kasus neurologi akut.
Berdasarkan data 2024, rumah sakit tersebut menangani lebih dari 1.600 pasien stroke. Stroke, bersama penyakit jantung, diabetes, dan kanker, termasuk penyakit dengan risiko kematian tinggi yang membutuhkan penanganan cepat dan spesifik.
Selain peningkatan fasilitas fisik, tenaga kesehatan diminta mengedepankan pelayanan yang ramah dan berorientasi pada keselamatan pasien.
“Keramahan dan pelayanan yang baik membantu proses pemulihan pasien,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga merencanakan renovasi bertahap sejumlah gedung lama RSUD dr. Soedarso sesuai ketersediaan anggaran daerah guna mendukung layanan kesehatan yang lebih optimal.








