KALBARHUB.COM – Layanan kesehatan mata di Kalimantan Barat bertambah dengan beroperasinya Rumah Sakit Mata Pontianak Eye Center (PEC), Sabtu (24/1/2026). Fasilitas ini diharapkan menjadi solusi agar masyarakat tidak perlu lagi berobat ke luar negeri untuk mendapatkan layanan kesehatan mata.

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menilai kehadiran rumah sakit mata ini membuka pilihan layanan bagi masyarakat dengan dukungan teknologi medis yang lebih modern.

“Kita membuka pilihan bagi masyarakat. Kalau yang mampu ke Kuching silakan, tetapi jika di sini sudah tersedia fasilitas canggih dengan peralatan mutakhir, mengapa tidak di sini saja,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya pelayanan medis yang cepat, tepat, dan efisien, serta mengapresiasi kesiapan PEC dalam melayani pasien BPJS Kesehatan guna membantu mengurangi penumpukan pasien di RSUD dr. Soedarso.

“Saya mengapresiasi kesiapan Pontianak Eye Center melayani pasien pengguna BPJS. Ini penting untuk membantu mengurangi overload di RSUD Soedarso,” katanya.

Menurutnya, tantangan layanan kesehatan mata di Kalbar masih cukup besar karena jumlah dokter spesialis mata belum ideal.

“Saat ini Kalimantan Barat baru memiliki sekitar 27 dokter spesialis mata, padahal idealnya dibutuhkan 57 hingga 60 dokter untuk melayani 6,7 juta penduduk,” ungkapnya.

Direktur Pontianak Eye Center dr. M. Iqbal menyebut peningkatan status dari klinik menjadi rumah sakit merupakan langkah konkret menekan angka kebutaan di Kalbar.

“Hingga Desember 2025, PEC telah melakukan sekitar 30.000 operasi katarak. Namun jumlah ini masih jauh dari harapan karena kendala jarak pasien dan pembatasan tindakan oleh BPJS,” jelasnya.

Ia memaparkan sejumlah layanan unggulan yang dikembangkan, seperti Dry Eye Clinic untuk penanganan mata kering dan Ortho-K bagi penderita rabun jauh usia di bawah 17 tahun.

Selain itu, PEC juga menyiapkan inovasi Bank Mata untuk memfasilitasi donor kornea di Kalbar.

“Ini mimpi kami agar bisa menangani pasien lebih banyak dan lebih kompleks. Ke depan kami ingin tindakan keratoplasti bisa dilakukan di Kalbar,” pungkasnya.

Penulis: Bima Santosa

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.