KALBARHUB.COM – Pendataan kondisi sosial, ekonomi, ketenagakerjaan, hingga literasi keuangan masyarakat Pontianak mulai dilakukan melalui tiga survei nasional pada awal 2026. Partisipasi warga menjadi kunci agar data yang dihasilkan akurat dan benar-benar mencerminkan kondisi di lapangan.

Tiga survei yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Pontianak tersebut meliputi Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas), Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas), serta Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Seluruhnya menyasar rumah tangga di berbagai wilayah kota selama periode Januari hingga Maret 2026.

Survei ketenagakerjaan melalui Sakernas menjadi rujukan utama untuk memotret kondisi angkatan kerja, tingkat pengangguran, dan dinamika pasar kerja. Sementara Susenas menyediakan data sosial ekonomi yang digunakan dalam pengukuran kemiskinan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), serta indikator pembangunan nasional lainnya.

Adapun SNLIK mengukur tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat, termasuk pemahaman, sikap, dan perilaku dalam mengelola keuangan serta akses terhadap layanan keuangan formal seperti perbankan dan asuransi.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pendataan.

“Saya mengajak seluruh warga untuk menerima petugas survei BPS dengan baik. Data ini menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan dan kebijakan pemerintah,” ujarnya.

Ia juga meminta perangkat wilayah membantu kelancaran kegiatan, terutama dalam mengidentifikasi lokasi rumah tangga sampel serta menyosialisasikan jadwal survei kepada warga.

Berdasarkan jadwal, Sakernas berlangsung 24 Januari–25 Februari 2026, Susenas pada 21 Januari–16 Februari 2026, dan SNLIK mulai 26 Januari–18 Februari 2026. Hasil survei ini diharapkan memberi gambaran riil kondisi masyarakat Pontianak sebagai dasar perumusan program pembangunan ke depan.

Penulis: Bima Santosa

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.