KALBARHUB.COM — Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus membuka pintu investasi asing dengan menekankan nilai tambah bagi daerah. Salah satu langkahnya dilakukan melalui pertemuan dengan investor asal Tiongkok di Jakarta, Selasa (13/1/2026).
Pemprov Kalbar mendorong masuknya investasi yang tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menegaskan bahwa investasi yang masuk ke Kalbar harus memberikan kontribusi nyata bagi daerah, termasuk terhadap pendapatan asli daerah (PAD).
“Investasi yang kita dorong adalah yang memberi nilai tambah, bukan sekadar hadir. Harus ada dampak langsung bagi pembangunan dan masyarakat Kalimantan Barat,” ujarnya.
Ia menyebut Kalimantan Barat memiliki potensi besar di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, industri pengolahan, hingga pariwisata. Namun, pemerintah daerah menekankan bahwa setiap investasi wajib menghormati kearifan lokal.
“Kita terbuka bagi investor dari mana pun, tetapi budaya dan nilai lokal harus tetap dijaga,” katanya.
Selain aspek sosial dan ekonomi, Pemprov Kalbar juga menekankan pentingnya investasi yang ramah lingkungan. Menurut Krisantus, pembangunan ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian hutan dan ekosistem.
“Investasi harus berpikir jangka panjang. Hutan dan lingkungan adalah aset yang harus dijaga,” tegasnya.
Advisor to vOffice Group, Sandiaga Salahuddin Uno, menyebut kerja sama Indonesia dan China memiliki potensi besar untuk mendorong arus investasi ke daerah. Ia berharap kolaborasi ini mampu menghadirkan investasi berkualitas yang disertai transfer inovasi dan teknologi.
“Investasi yang masuk diharapkan bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah, termasuk Kalimantan Barat,” ujarnya.
Langkah ini diharapkan memperkuat posisi Kalimantan Barat sebagai daerah tujuan investasi yang berkelanjutan dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.








