KALBARHUB.COM – Pagi belum benar-benar ramai saat Kristina Wati sudah menyusuri jalanan di Pontianak, Selasa (21/4/2026).
Sapu di tangan, perempuan 48 tahun itu memulai hari sejak pukul 05.00. Rutinitas ini sudah ia jalani sejak 2014 sebagai petugas kebersihan.
Baginya, pekerjaan ini bukan sekadar rutinitas, tapi bagian dari tanggung jawab hidup.
“Senang saja, kita menikmati pekerjaan ini. Waktunya juga singkat, jadi setelahnya bisa kerja sambilan,” ujarnya.
Meski terlihat sederhana, risiko tetap ada. Jalanan sepi justru jadi tantangan tersendiri.
“Takut itu pasti ada, apalagi kalau menyenggol atau tertabrak kendaraan. Tapi kita bismillah saja dari rumah,” katanya.
Setiap hari, ia menyapu sekitar 400 meter ruas jalan. Lokasinya berpindah-pindah, kini ia bertugas di Jalan Martadinata.
Sebagai ibu dari tiga anak, ia bersyukur penghasilannya masih cukup untuk kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah cukup untuk kebutuhan sehari-hari,” tuturnya.
Di momen Hari Kartini, Kristina punya pesan sederhana.
“Semoga perempuan, khususnya yang kerja menyapu, tetap semangat, sehat, dan selalu diberi keselamatan,” ucapnya.
Bagi Kristina, menyapu jalan bukan sekadar mencari nafkah. Ada ketulusan menjaga kota tetap bersih.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pontianak, Syarif Usmulyo, menyebut sekitar 30 persen penyapu jalan diisi perempuan.
Menurutnya, peran mereka sangat penting dalam menjaga kebersihan kota.
“Tidak ada pembatasan gender, semua punya kesempatan yang sama selama mampu bekerja,” ujarnya.
Ia juga menilai pekerja perempuan cenderung lebih teliti, sehingga hasil kerjanya lebih rapi.
Saat ini, sekitar 720 petugas kebersihan bertugas di bawah DLH Pontianak. Mereka bekerja sejak subuh dengan perlengkapan keselamatan seperti rompi reflektif.
Pemerintah pun mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati di jalan, terutama pada pagi hari.
Dengan kerja mereka, wajah kota tetap terjaga—bersih, rapi, dan nyaman.









