KALBARHUB.COM – Kasus kebakaran permukiman di Kota Pontianak dalam tiga bulan pertama tahun 2026 tergolong tinggi. Hingga akhir Maret, tercatat sudah terjadi 15 kejadian yang berdampak pada puluhan rumah warga, Kamis (2/4/2026).
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, total kejadian kebakaran tercatat sebanyak 50 kasus.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Pontianak Nasir mengatakan, dari 15 kejadian sejak Januari hingga Maret 2026, sekitar 30 rumah terdampak.
“Dalam tiga bulan sudah ada 15 kejadian. Kalau kita lihat jumlah bangunan yang terdampak, sekitar 30-an rumah. Ada yang satu kejadian satu rumah, ada juga yang lebih, bahkan kemarin di satu lokasi sampai tujuh rumah terbakar,” ujarnya.
Ia menilai, jika tren tersebut terus berlanjut, maka jumlah kejadian kebakaran dalam setahun bisa melampaui tahun sebelumnya.
“Kalau rata-rata lima kejadian per bulan dan terus terjadi, bisa mencapai sekitar 60 kejadian dalam setahun. Ini tentu cukup tinggi dibanding tahun 2025 yang mencapai 50 kejadian,” jelasnya.
Menurut Nasir, sebagian besar penyebab kebakaran masih didominasi oleh korsleting listrik. Selain itu, faktor kelalaian penggunaan kompor gas juga turut menjadi pemicu.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama saat musim panas, dengan memastikan instalasi listrik di rumah aman dan tidak melebihi kapasitas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk memperhatikan jaringan listrik di rumah, jangan sampai terbebani, serta lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor gas,” pungkasnya.









