KALBARHUB.COM – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kalimantan Barat hingga akhir Februari 2026 menunjukkan peran yang semakin strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Di tengah tekanan ekonomi global, APBN dinilai tetap menjadi instrumen utama dalam menjaga daya tahan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan di daerah.

Hingga 28 Februari 2026, realisasi pendapatan negara di Kalimantan Barat mencapai Rp1,87 triliun atau 11,15 persen dari target Rp16,78 triliun. Penerimaan tersebut juga tumbuh 14,34 persen secara tahunan.

Penerimaan perpajakan tercatat sebesar Rp1,58 triliun atau 9,99 persen dari target. Sementara itu, sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi kontributor utama.

Namun, penerimaan dari sektor kepabeanan dan cukai masih mengalami tekanan. Hal itu dipengaruhi fluktuasi harga komoditas global, terutama crude palm oil (CPO).

Di sisi belanja, realisasi hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp4,30 triliun atau 16,30 persen dari pagu Rp26,43 triliun. Belanja pemerintah pusat juga tercatat tumbuh 39,15 persen secara tahunan.

Selain itu, belanja negara juga difokuskan pada pelayanan publik dan pembangunan infrastruktur dasar. Belanja pegawai masih menjadi komponen terbesar, diikuti belanja barang dan belanja modal.

Sementara itu, kinerja APBD konsolidasian di Kalimantan Barat masih terjaga. Pendapatan daerah tercatat Rp2,72 triliun dengan belanja Rp1,24 triliun.

APBN juga terus mendukung program prioritas nasional di daerah, termasuk program makan bergizi gratis serta pembangunan sektor pendidikan dan usaha mikro.

Penulis: Tim Liputan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.