KALBARHUB.COM – Penggunaan air bersih di Pontianak mengalami peningkatan selama bulan Ramadan.
Plt Direktur Teknik Perumda Air Minum Tirta Khatulistiwa, Novi Dharmawan, mengatakan kenaikan konsumsi air biasanya terjadi sejak awal puasa hingga menjelang Idulfitri.
“Pada kondisi normal, puncak penggunaan air pagi hari sekitar pukul 05.00 hingga 10.00. Namun selama Ramadan biasanya lebih awal, mulai pukul 03.00 sampai 09.00 karena aktivitas sahur,” ujarnya, Jum’at (13/3/2026).
Sementara pada sore hingga malam hari, pola penggunaan air relatif tidak berubah. Puncak konsumsi biasanya terjadi pada pukul 17.00 hingga 21.00.
Menurutnya, peningkatan penggunaan air tersebut dipengaruhi aktivitas masyarakat saat menyiapkan sahur dan kebutuhan rumah tangga lainnya.
Untuk memastikan distribusi tetap lancar menjelang Idulfitri, PDAM juga menyiapkan tim teknis yang bertugas selama masa libur Lebaran.
“Tim dari bidang distribusi, produksi dan pelayanan akan siaga untuk menangani jika terjadi gangguan,” katanya.
Novi menambahkan PDAM juga telah mengoperasikan instalasi pengolahan air (IPA) baru sejak Februari lalu untuk meningkatkan kapasitas produksi, khususnya melayani wilayah pelayanan di Pontianak Barat.
Saat ini PDAM memiliki empat kompleks instalasi pengolahan air, yakni IPA Imam Bonjol, IPA Parit Mayor, IPA Selat Panjang dan IPA Kayu Manis.
Selain itu, sejumlah booster juga disiapkan untuk membantu distribusi air ke berbagai wilayah pelayanan di Pontianak.
“Dengan tambahan kapasitas ini, kebutuhan air pelanggan diharapkan dapat terpenuhi dengan tekanan dan kuantitas yang cukup,” pungkasnya.









