KALBARHUB.COM – Pemerintah Kota Pontianak mempertimbangkan penggunaan atap genteng sebagai alternatif material bangunan yang lebih sejuk dan estetis. Wacana ini muncul setelah arahan Presiden terkait penataan hunian di wilayah beriklim tropis.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyebut, Presiden menilai Indonesia sebagai negara tropis dengan suhu yang cenderung panas. Karena itu, penggunaan genteng dinilai lebih nyaman dan memiliki nilai estetika yang baik.

“Kalau masyarakat mampu menerapkan, tentu sangat baik. Namun tidak bisa kita paksakan karena kemampuan membangun rumah berbeda-beda,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan, penggunaan genteng sebenarnya pernah diterapkan di Pontianak. Saat masih bertugas di Dinas Pekerjaan Umum, beberapa bangunan kantor pemerintah menggunakan genteng tanah liat, termasuk kantor camat.

Saat itu, rangka atap masih memakai kayu, reng, dan kaso. Material kayu mudah memuai dan menyusut. Jika terjadi kebocoran, genteng bisa bergeser karena hanya diletakkan di atas rangka.

Kini teknologi konstruksi berkembang lebih baik. Rangka baja ringan dan baja penguat membuat struktur atap lebih stabil dan tidak mudah berubah bentuk.

“Dengan teknologi sekarang, penggunaan genteng memungkinkan untuk kita terapkan kembali,” jelasnya.

Ke depan, Pemkot Pontianak akan melakukan uji coba terlebih dahulu. Genteng tanah liat dinilai memiliki keunggulan karena berasal dari bahan alami dan mampu meredam panas lebih baik dibanding atap berbahan logam.

Penulis: Tim Liputan

Komentar Ditutup! Anda tidak dapat mengirimkan komentar pada artikel ini.